LUBUKLINGGAU – Institut Agama Islam (IAI) Silampari menggelar rapat persiapan Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Tahun Akademik 2026/2027 pada Selasa (3/11/2026). Rapat tersebut dihadiri Rektor IAI Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., Wakil Rektor I Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., Wakil Rektor II Dr. Muhammad Akip, M.Pd.I., Wakil Rektor III Dr. Fitriyani, M.Pd., para ketua program studi, serta staf terkait. Pertemuan ini membahas berbagai persiapan pelaksanaan KUKERTA yang direncanakan berlangsung mulai awal hingga akhir Desember 2026.
Dalam arahannya, Rektor IAI Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., menekankan pentingnya membangun semangat dan pola kerja baru seiring perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut. Ia mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk meninggalkan pola kerja lama dan mulai membangun warisan positif (legacy) bagi perkembangan institusi.
Menurutnya, perubahan menjadi institut harus diikuti dengan perubahan pola pikir, budaya kerja, dan komitmen bersama. Seluruh civitas akademika diharapkan mampu menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi serta menjadikan visi institusi sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Rektor juga mengingatkan agar setiap persoalan yang berkaitan dengan lembaga dapat dikomunikasikan dan didiskusikan secara terbuka untuk menemukan solusi bersama. Ia mendorong seluruh tim agar mampu bekerja secara mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki inisiatif dalam menjalankan tugas sesuai peran masing-masing.
“Harapan kita, perubahan menjadi institut ini dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk bermetamorfosis dan bergerak menuju arah yang lebih baik. Saya berharap tim yang terlibat dapat bekerja secara solid, mengutamakan kepentingan lembaga, dan bersama-sama membawa kemajuan bagi IAI Silampari,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan KUKERTA direncanakan berlangsung mulai awal hingga akhir Desember 2026. Untuk mendukung kelancaran program tersebut, ia meminta seluruh ketua program studi memastikan mahasiswa yang akan mengikuti KUKERTA menyelesaikan mata kuliah Seminar Proposal pada November 2026.
Menurutnya, penyelesaian mata kuliah tersebut menjadi hal penting agar pelaksanaan KUKERTA tidak terganggu oleh kewajiban akademik mahasiswa yang belum dituntaskan. Karena itu, koordinasi antara panitia dan masing-masing program studi perlu diperkuat sejak tahap persiapan.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Fitriyani, M.Pd., turut mengajak para ketua program studi untuk memberikan motivasi dan pendampingan kepada mahasiswa agar segera menyelesaikan seminar proposal. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti KUKERTA harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan (acc) proposal skripsi.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan dari program studi hingga seluruh persyaratan akademik terpenuhi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengikuti KUKERTA tanpa mengabaikan penyelesaian tugas akhir, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Dalam pembahasan berikutnya, Wakil Rektor II Dr. Muhammad Akip, M.Pd.I., menyampaikan sejumlah hal terkait aspek pendanaan pelaksanaan KUKERTA. Pembahasan mencakup kebutuhan anggaran bagi panitia maupun mahasiswa, sehingga perencanaan pembiayaan dapat disusun secara terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan di lapangan.
Pada rapat tersebut, Yesi Arikarani, M.Pd., yang ditetapkan sebagai Ketua Panitia KUKERTA Tahun Akademik 2026/2027, turut memaparkan gambaran umum persiapan program. Pemaparan meliputi jumlah mahasiswa yang akan mengikuti KUKERTA, konsep pelaksanaan, format penyusunan laporan, tema Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), serta rencana pembagian kelompok dan penentuan lokasi penempatan mahasiswa.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun teknis pelaksanaan agar program KUKERTA dapat berjalan secara terarah. Selain memastikan kesiapan mahasiswa dan panitia, penentuan tema PKM serta lokasi penempatan juga diarahkan agar program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kompetensi keilmuan mahasiswa.
Salah satu hal yang turut disepakati dalam rapat adalah pelaksanaan KUKERTA tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan promosi IAI Silampari. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memperkenalkan keberadaan kampus, program studi, serta berbagai peluang pendidikan yang tersedia di IAI Silampari.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian sesuai tema yang telah ditentukan, tetapi juga berperan dalam memperluas informasi dan mengenalkan institusi kepada masyarakat di lokasi penempatan. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun bagi pengembangan dan pengenalan IAI Silampari.
Melalui rapat persiapan ini, IAI Silampari berupaya memastikan seluruh aspek pelaksanaan KUKERTA Tahun Akademik 2026/2027 dapat dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan akademik mahasiswa, kepanitiaan, pendanaan, program pengabdian, hingga penentuan kelompok dan lokasi. Dengan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur kampus, KUKERTA diharapkan dapat terlaksana secara tertib, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran IAI Silampari di tengah masyarakat.
