LUBUKLINGGAU – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) IAI Silampari memperkuat kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Lubuklinggau melalui Memorandum of Understanding (MoU). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat, khususnya dalam mendukung pengembangan mahasiswa di bidang manajemen bisnis syariah dan ekonomi Islam.
Kerja sama tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi BAZNAS Kota Lubuklinggau ke Kampus STAI Bumi Silampari, Rabu, 23 September 2026. Pertemuan yang turut dihadiri Rektor IAI Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kota Lubuklinggau Marjianto, S.H., M.H., serta jajaran program studi membahas tindak lanjut kerja sama sekaligus peluang pengembangan kolaborasi antara BAZNAS dan lingkungan akademik.
Khusus bagi Prodi MBS, kerja sama dengan BAZNAS memiliki relevansi dengan bidang keilmuan yang dipelajari mahasiswa, terutama berkaitan dengan pengelolaan lembaga berbasis syariah, manajemen dana sosial Islam, serta praktik pengelolaan zakat secara profesional dan terorganisasi.
Kaprodi MBS IAI Silampari, Nevi Laila Khasanah, M.BA., turut hadir dalam pertemuan tersebut. Keterlibatan Prodi MBS menjadi bagian penting dalam membuka ruang kolaborasi yang dapat menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik pengelolaan zakat di lembaga profesional.
Melalui kerja sama tersebut, Prodi MBS memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi bersama BAZNAS, baik dalam bidang edukasi, penguatan kapasitas mahasiswa, kegiatan akademik, maupun pengenalan praktik pengelolaan zakat dan dana sosial kepada mahasiswa.
Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan kebutuhan mahasiswa MBS untuk memahami penerapan prinsip-prinsip manajemen syariah dalam lembaga dan organisasi yang bergerak di bidang ekonomi Islam. BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengelolaan zakat dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik manajemen di lapangan.
Selain aspek akademik, kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat pengelolaan zakat, mulai dari aspek penghimpunan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Bagi Prodi MBS, sinergi dengan BAZNAS juga menjadi peluang untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan mitra eksternal. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai program yang memberikan pengalaman dan manfaat bagi mahasiswa.
Dengan adanya kolaborasi ini, Prodi Manajemen Bisnis Syariah IAI Silampari terus mendorong terbentuknya jejaring dengan lembaga dan mitra yang relevan dengan bidang keilmuan. Sinergi bersama BAZNAS Kota Lubuklinggau diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam memperkuat pembelajaran berbasis praktik sekaligus memperluas kontribusi Prodi MBS di tengah masyarakat.
