BEM STAI-BS Galang Dana Buat Amel

BEM STAI-BS BERSINERGI || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari Lubuklinggau melakukan Penggalangan Dana untuk adek “Amel Setiyaningsi” yang mengalami penyakit Tumor Colli Ganas. (Pada Senin-Selasa, 7-8/12/2020)

Alhamdulillah, kegiatan penggalangan dana yang di lakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari (STAI-BS) berjalan dengan lancar.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mengajak seluruh Mahasiswa STAI Bumi Silampari untuk melakukan penggalangan dana tersebut. Dan Alhamdulillah, ada beberapa Mahasiswa yang ikut berpartisipasi baik dari, prodi PAI, KPI dan HTN.

Presiden Mahasiswa STAI Bumi Silampari, Siswanto didampingi oleh Akhina Sapardi sauti (Wakil Presiden Mahasiswa), Akhina Arta Sanjaya (Sekretaris Jenderal BEM), Ukhtina Jannatul Husna (Bendahara Umum), Ukhtina Ruvi Revati (Sekretaris MPM) serta Pengurus dan anggota kementerian Kabinet BEM STAI-BS BERSINERGI Periode 2020/2021. Mengatakan bahwa aksi peduli yang dilakukan ini bertujuan untuk membantu adik kita bernama Amel Setiyaningsih Yang sedang berjuang melakukan operasi penyakitnya (TUMOR GANAS COLLI) dilehernya dan beliau merupakan Putri dari bapak Mustakim dan ibu Tosiyah warga kec.Megang Sakti, Musi Rawas.

“Kami dari Badan Eksekutif  Mahasiswa

Sekolah Tinggi Agama Islam Bumi Silampari Lubuklinggau ingin mengatakan bahwa Kita harus peduli terhadap adik kita Amel Setiyaningsih karena dengan membantu dengan turuk aksi pengalangan dana kejalan dapat meringankan beban dan biaya orang tua dan operasinya . Kalo bukan kita yang peduli dan membantu mereka siapa lagi yang akan menimbulkan sikap rasa simpati dan empati terhadap adik kita Amel Setiyaningsih sebab manusia diberikan hati dan akal pikiran agar terketuk hatinya untuk saling tolong menolong sesama hambanya yang lagi kesusahan dan menghadapi permasalahan hidup. Semoga dengan adanya aksi penggalangan dana ini dapat membantu biaya operasinya serta kita do’akan adik kita Amel dapat diberikan kesembuhan serta kesehatan dari penyakitnya oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal Aallamiin. daAda yang dilihat sepertinya bukan masalah, padahal itu adalah masalah. kita harusnya memperbaiki bukan hanya mengkritik. Indonesa adalah alasan kita untuk tidak pernah kalah berkarya” ujar Arta.

“Kegiatan ini akan kami lakukan selama dua hari ini, Jum’at dan Sabtu dari jam 13.00 s/d 17.00, 24-25 juli 2020. Sedangkan hasil dari penggalangan dana akan kita salurkan secara langsung kepada orang tua Amel Setiyaningsih yaitu bapak Mustakim dan ibu tosiyah dimegang sakti.” (ujar.Siswanto selaku Presiden Mahasiswa)

Torik, Heti, paiga dan ulya, dari prodi PAI, mengatakan, Alhamdulillah kami sangat senang BEM STAI Bumi Silampari perduli atas hal ini.  Apalagi mengajak mahasiswa STAI Bumi Silampari untuk berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana untuk adek kita “Amel Setiyaningsih” yang sedang terkena penyakit Tumor Colli Ganas, semoga dengan Penggalangan Dana ini dapat membantu biaya operasi adek kita “Amel Setiyaningsih”.

Ahyar Rusadi, prodi KPI, mengatakan, kegiatan penggalangan dana ini sangatla baik apalagi kegiatan ini untuk membantu orang-orang yang terkena musibah seperti adek kita “Amel Setiyaningsih”, harapannya kedepan BEM STAI Bumi Silampari selalu perduli atas hal-hal seperti ini.

M. Eka Riski Jumaidi, prodi HTN, mengatakan, kegiatan ini sangat la baik dan sangat la bagus. Karena dengan kegiatan penggalangan dana ini, menunjukkan bahwa sanya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perduli terhadap adek Amel Setiyaningsih ini dan harapannya bukan hanya sebatas ini keperdulian nya dan juga harus perduli untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.

Ngimadudin, S.Ag., MH., selaku ketua STAI Bumi Silampari Lubuklinggau melalui Waka 3 bagian kemahasiswaan, Taufik Mukmin, M.Ed., mengatakan sangat mendukung kegiatan yang dilakukan mahasiswa, karena hal ini merupakan bagian dari salah satu tri darma perguruan tinggi. Bagaimana kita semua meningkatkan empati dan peduli dengan sesama. Yang kita diperlukan saat ini adalah bagaimana mahasiswa memiliki kepedulian terhadap keadaan di tengah-tengah masyarakat.

“Bukan masalah berapa jumlah yang diberikan tetapi bagaimana rasa peduli dan ikut berkontribusi terhadap bangsa sesuai dengan kemampuan” tegas Taufik Mukmin.

Teks: Arta Sanjaya

Editor: Siswanto